SUPERVISI KELAS

Kegiatan Kepala Sekolah dalam Supervisi Kelas

Apa yang terbayang dibenak para guru ketika mendengar besok pengawas sekolah akan mengadakan supervisi kelas. Supervisi kelas adalah serangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh pengawas untuk mengawasi tentang: setumpuk pembuatan administrasi kelas, akan diawasi dan dilihat kelemahan-kelemahannya selama mengajar, setelah itu akan menerima banyak nasehat yang berkaitan dengan tugas mengajar maupun perilaku guru pada umumnya. Kehadiran pengawas atau Kepala Sekolah yang akan melakukan supervisi kelas merupakan hantu yang sangat menakutkan bagi guru selama ini. Dalam hati para guru mengatakan, “Memang saya sudah lama mengajar di depan kelas, namun demikian saya akui memang banyak hal yang seharusnya saya lakukan tetapi belum dapat saya lakukan dengan maksimal. Sebenarnya saya malu jika harus dilihat kekurangan-kekurangan saya saat mengajar”. Demikian kira-kira yang dirasakan para guru selama ini.

Di sisi lain, para pengawas atau Kepala Sekolah untuk kegiatan supervisi kelas juga merupakan kegiatan yang dirasakan sangat membingungkan. Perasaan canggung atau sungkan muncul ketika mengamati para guru di dalam kelas saat mengajar. Perasaan itu muncul dikarenakan Pengawas atau Kepala Sekolah sudah tahu dengan pasti situasi hati para gurunya saat diawasi dalam mengajar. Atau mungkin ada beberapa pengawas atau Kepala Sekolah justru sebenarnya tidak begitu memahami berbagai permasalahan yang mungkin muncul saat melakukan supervise kelas, sehingga takut melakukannya. Atau bahkan sebenarnya beberapa Pengawas atau Kepala Sekolah tidak lebih mampu dibanding para guru dalam hal proses belajar mengajar.

Dua permasalahan besar tersebut selalu muncul di sekolah-sekolah. Namun sayang masing-masing pihak tidak berusaha untuk mengurai permasalahan tersebut. Guru di satu sisi malu untuk mengungkapkan apa sebenarnya yang menjadi kendala dalam dirinya saat dilakukan supervise kelas. Di sisi lain Pengawas atau Kepala Sekolah juga seakan menjaga jarak agar nampak lebih wibawa.

Bagaimana teknik supervisi kelas sehingga supervise kelas menjadi lebih “bersahabat” tidak menakutkan bagi guru, tetapi justru merupakan hal yang dinanti-nanti oleh para guru.

Ada 3 tahapan dalam melaksanakan supervise kelas yang baik:

I. Tahap sebelum melakukan supervisi kelas

II. Tahap pelaksanaan supervisi kelas

III. Tahap setelah supervisi kelas.

Pada tahap I, hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang  kepala sekolah adalah sebagai berikut:

1. Membuat kesepakatan kapan akan dilakukan supervise kelas dengan guru yang bersangkutan

2. Diskusikan materi pelajaran apa yang akan diajarkan pada saat supervise kelas.

3. Membantu dalam membuat persiapan mengajar dengan memberikan masukan-masukan yang lebih baik.

4. Meyakinkan pada guru yang bersangkutan bahwa kedatangan Kepala Sekolah (supervisor) bukan akan menilai atau mengawasi namun anda datang akan memberikan bantuan teknis yang diperlukan oleh guru.

5. Membuat  kesepakatan untuk membagi peran antara Kepala Sekolah (supervisor) dengan guru. Kepala Sekolah dapat memposisikan diri dalam 3 peran:

a. Sebagai Tim Pengajar bersama-sama guru

b. Sebagai asisten guru yang sedang mengajar, misalnya bertugas membagikan lembar kerja, ikut mengkondisikan siswa dalam kelompok, membantu dalam kerja kelompok dsb

c. Sebagai pengamat

Pada tahap II, hal-hal yang akan dilakukan oleh seorang  Kepala sekolah adalah sebagai berikut:

1. Datang/hadir pagi sebelum guru masuk di dalam kelas untuk melakukan “kontrak” ulang tentang: langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan, peran masing-masing yang akan dilakukan, dan pengorganisasian waktu.

2. Masuk ke dalam kelas bersama-sama dengan guru yang bersangkutan. Kepala Sekolah( supervisor) masuk ke dalam kelas belakangan supaya tidak menganggu konsentrasi anak pada saat proses pembelajaran, dan juga mungkin menimbulkan rasa takut.

3. Minta kepada guru yang bersangkutan untuk memperkenalkan diri anda (jika belum kenal) bahwa Kepala Sekolah datang di kelas tersebut akan membantu dalam proses pembelajaran agar tidak menimbulkan rasa penasaran bagi anak.

4. Sambil memerankan peran Kepala Sekolah dalam proses pembelajaran tersebut,  membuat catatan-catatan kecil tentang kelebihan-kelebihan maupun kekurangan-kekurangan yang terjadi selama proses pembelajaran.

5. Kepala Sekolah tidak mengambil alih peran guru untuk anda kuasai.

6. Kepala sekolah memperhatikan KBM di kelas dimana guru yang disupervisi sesuai yang didiskusikan. Juga memperhatikan komponen administrasi guru yang ada, diantaranya: Progta, Promes, Kalender Pendidikan, Pemetaan Standar Isi, Pemetaan Standar Kompetensi, KKM, Pengembangan Indikator, Silabus, RPP, LKS, Buku Catatan Siswa, Buku Tugas Siswa, Buku Kehadiran, Buku Nilai.

7. Mengobservasi/memperhatikan  keadaan siswa yang berada dikelas, mana siswa-siswa yang belajar aktif dan yang tidak, juga yang bermain saja.

8. Mencatat kekurangan/kebaikan guru dalam hal mengajar (KBM).

10.Memberikan penilaian obyektif terhadap guru yang disupervisi.

Pada tahap III, hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang kepala sekolah adalah sebagai berikut:

Lakukanlah diskusi bersama guru dengan mematuhi 5 langkah berikut:

1) tunjukkan sikap menghargai (tuliskan komentar anda dibawah ini)

Misalkan: Saya suka dengan kegiatan praktis yang bapak/Ibu lakukan tadi. Siswa benar-benar terlibat dalam kegiatan.

2) tanyakan refleksi diri yang penting (tuliskan tanggapan guru tersebut dibawah ini)

Misalkan:Bagaimana perasaan anda selama proses pembelajaran tadi? Apakah anda sudah puas?

Masihkah ada kekurangan yang anda lakukan selama proses pembelajaran tadi, dibagian mana saja?

3) Menanyakan peningkatan yang ingin dilakukan oleh guru tersebut (tulis tanggapan yang diberikan oleh guru tersebut)

Misalkan: Hal apakah yang anda ingin lakukan secara berbeda bila anda melakukan pelajaran itu kembali? Mengapa? Bagaimana cara anda meningkatkan keaktifan/ kreativitas/keefektifan/ kesenangan dari pelajaran tersebut?

4) Memberikan saran atau arahkan diskusi ke masalah lain yang belum disebutkan yang mungkin masih bisa ditingkatkan (tuliskan saran anda dibawah)

Misalkan: kelompok yang dipojok tampaknya tidak belajar banyak? Apa yang bisa anda lakukan untuk membantu mereka? Apakah menurut anda alat bantu belajar anda banyak membantu? Bagaimanakah cara meningkatkannya?

5) Menanyakan rencana tindak lanjut (tuliskan langkah-langkah selanjutnya yang diputuskan bersama)

Misalkan: Apa yang perlu Bapak/Ibu lakukan selanjutnya agar pembelajaran yang akan dilakukan besok lebih baik?

Dengan menerapkan teknik-teknik di atas diharapkan kegiatan supervisi kelas dikemudian hari dapat lebih diterima oleh guru sebagai hal yang sangatlah wajar atau bahkan merupakan hal yang dinanti-nantikan oleh para guru.

 

 

Daftar Pustaka

banjarnegarambs (2008) Tersedia Online [wordpress.com]

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s